← Research library · All studies

Hubungan antara Pemaafan dan Kepercayaan terhadap Pasangan

Anggi Khoirunnisa, Suci Nugraha

Bandung Conference Series: Psychology Science · February 7, 2026

Abstract. This study aims to examine the relationship between forgiveness and trust in romantic partners among emerging adults who have experienced infidelity. Infidelity represents a serious breach in a relationship that can significantly impact an individual's psychological well-being, particularly by reducing trust and complicating the process of forgiveness. Forgiveness and trust are crucial components in the recovery process following betrayal. This research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design. A total of 212 participants, aged 18–40 and identified as victims of infidelity within marital relationships, were selected using purposive sampling. The instruments used were the TRIM-18 to measure forgiveness and the Trust Scale to assess trust. Data analysis using Spearman’s rho correlation revealed a significant positive relationship between forgiveness and trust (ρ = 0.531; p = 0.044). This indicates that higher levels of forgiveness are associated with higher levels of trust in one’s partner. These findings highlight the importance of forgiveness in the reconstruction of trust after infidelity, particularly among individuals in early adulthood. The study is expected to serve as a foundation for psychological interventions aimed at relationship recovery and emotional well-being in infidelity victims. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dengan kepercayaan terhadap pasangan pada dewasa awal korban perselingkuhan. Perselingkuhan merupakan bentuk pelanggaran dalam hubungan yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis individu, termasuk menurunnya kepercayaan dan kesulitan dalam memaafkan. Pemaafan dan kepercayaan merupakan dua komponen penting dalam proses pemulihan relasi setelah terjadi pengkhianatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Partisipan berjumlah 212 orang dewasa awal yang merupakan korban perselingkuhan dalam hubungan pernikahan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu TRIM-18 untuk mengukur pemaafan dan Trust Scale untuk mengukur kepercayaan. Hasil analisis data menggunakan korelasi Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemaafan dan kepercayaan terhadap pasangan (ρ = 0,531; p = 0,044). Artinya, semakin tinggi tingkat pemaafan, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan individu terhadap pasangannya. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pemaafan dalam proses rekonstruksi kepercayaan setelah perselingkuhan, khususnya pada individu dewasa awal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi psikologis dalam pemulihan hubungan dan kesejahteraan emosional korban perselingkuhan.

Abstract as published by the authors. Sanatio indexes the published record and links to the source.
Looking for clinical support?

Find a clinician in the Sanatio provider directory.

Sanatio Research